Header Ads

AHY: Harus Disiplin Dalam Menghadapi Pandemi Covid19

Agus Harimurti Yudhoyono Ketua Umum Partai Demokrat memberikan tanggapan terhadap New Normal Pemerintah RI, yakni:



  • Saya amati trending topic soal “New Normal” hari ini. Beredar kabar byk mall & fasilitas umum segera dibuka, byk pula yg akan kembali ke kantor. Ingat, “new normal” bukan berarti keadaan telah pulih, “new normal” berarti kita hrs ekstra waspada saat kembali pada aktivitas semula.
  • Saat ini, hanya kedisiplinan & kesadaran kita sendirilah yang bisa menyelamatkan kita dari penyebaran wabah Covid-19. Tetap waspada, jangan lengah dengan rutinitas. New normal harus hadirkan new habit. Keadaan kita belum kembali seperti semula.
  • Jumlah penderita kasus positif masih naik. Kita masih berjuang untuk terus menekan sebarannya. Resiko tertular Covid-19 masih tinggi. Kita harus disiplin, menerapkan aturan tetap jaga jarak, jaga kebersihan, jaga kesehatan sebagai “new normal” kita.
  • Ini juga mengingatkan kita bahwa bencana, bagaimanapun bentuknya, seringkali tidak bisa dihindari. Yang terpenting adl bgmn pemimpin melihat krisis bukan hanya sbg hambatan, tetapi peluang utk memberikan yg terbaik. Tindakan responsif, koordinasi & komunikasi menjadi kunci.
  • Ini juga mengingatkan kita bahwa bencana, bagaimanapun bentuknya, seringkali tidak bisa dihindari. Yang terpenting adl bgmn pemimpin melihat krisis bukan hanya sbg hambatan, tetapi peluang utk memberikan yg terbaik. Tindakan responsif, koordinasi & komunikasi menjadi kunci.
  • Ini juga mengingatkan kita bahwa bencana, bagaimanapun bentuknya, seringkali tidak bisa dihindari. Yang terpenting adl bgmn pemimpin melihat krisis bukan hanya sbg hambatan, tetapi peluang utk memberikan yg terbaik. Tindakan responsif, koordinasi & komunikasi menjadi kunci.
  • Penelitian menunjukkan wilayah yg menerapkan protokol kesehatan ketat, cenderung bisa menekan pandemi berkepanjangan, korban & jumlah kematian lebih sedikit dan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi lebih tinggi. Aturan ketat & disiplin bisa selamatkan nyawa & ekonomi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.